Minggu, 07 September 2008

Kutemukan

Aku menemukan sebuah cinta
Di mata semua yang ku kenal
Aku melihat banyak kasih
Di dalam hati mereka yang tak kasat mata
Aku merasakan berjuta ton sayang
Juga Berganda-ganda cinta dan kasih
Yang kulihat selama ini
Dari orang yang ada di hatiku sekarang
Aku tak pernah berusaha menjanjikan pada Tuhan
Untuk mempertahankan semua cinta kasih dan sayang ini
Walau sejujurnya aku memang hanya mencintai dia
Karena tak pernah
Aku melihatnya menjadi dua bagian yang utuh
Karena dia memiliki
Dirinya tersendiri di dalam hidupku
Karena dia berbeda dari yang lainnya
Namun entah mengapa sampai saat ini dia masih terlalu unik di hatiku

Satu Nyawa

Hanya untuk satu nyawa
Tuhan rela mengorbankan waktu
Hanya untuk satu nyawa
Tuhan selalu membantu

Pernahkan nyawa ini memikirkan
Betapa lelahnya Tuhan
Pernahkah nyawa ini merisaukan
Kelelahan Tuhan

Nyawa ini memang tak memikirkan
Nyawa ini hanya bisa mengganti
Nyawa ini memang tak merisaukan
Nyawa ini hanya bisa menanti

Nyawa ini hanya bisa mengganti
Kasih yang sama seperti yang Tuhan beri
Nyawa ini hanya bisa menanti
Tuhan beristirahat sebentar di hati

Biarlah semua ini menjelaskan
Betapa Tuhan begitu berarti
Biarlah puisi ini menyanyikan
Kehebatan Tuhan di hati


06/06/2006 17:06:46

Rindu Tak Tertahan

Dia adalah seseorang
Yang selalu membayang di mata
Dia adalah bayang
Yang selalu menggantung di jiwa

Jantung pernah berhenti berpacu
Hanya karena dia ada di mata
Apa hati juga hanya akan menuju
Pada hatinya yang tak kasat mata

Bayang terbang menghilang
Dia berlalu begitu cepat
Tanpa sempat kuhalang
Hingga sesal hadir dengan penat

Raga ini jatuh
Walau tanah tak tersentuh
Jiwa ini menangis
Walau tak bagai hujan gerimis

Akankah hati masih terpaut
Jika yang hadir memang hanya kalut
Akankah mati kan hadirkan
Ia di hadapan

Kuberitahu hujan
Aku inginkan teman
Kubangunkan bulan
Tuk katakan rindu tak tertahan


01/06/2006 19:20:35

Kumbang

Aku sadar
Kumbang tak hanya seekor
Tetapi hati selalu berdebar
Setiap kali memandangnya gusar
Hati ini tak henti bergetar

Walau ku belum tahu dipedas lada
Langit seolah runtuh, bumi berubah cair
Ketika kulihat dia berduka
Dan terlihat gentar

Dia mahal dibeli sukar dicari
Tapi hidupnya tak putus dirundung malang
Aku ingin dia menyadari
Ada aku yang mampu menggalang
Semua cinta yang tak pernah dia sadari

Namun begitu
Aku terluka melihat dia berduka
Aku tahu luka hati takkan ada yang tahu
Hingga luka ini berhenti menyiksa

Aku ingin dia tak pernah terluka
Aku ingin dia bahagia
Aku ingin matahari bersinar hanya untuknya
Aku ingin bintang meneranginya
Aku ingin cinta ini selalu untuknya

24/05/2006 17:42:04

Samudra Cinta

Kau anggap cintaku yang tanpa mata
Bagai hujan yang jatuh ke pasir
Kau tinggalkanku terpaku menganga
Menanti hujan di kemarau penuh getir

Hatiku kau ikat dengan sehasta tali
Tak mampu ku berpikir
Apakah hatiku mampu berlari
Hingga hujan hadir dengan petir

Kulihat kenyataan
Hatiku kau tohok teriring
Bagai teriris dengan sembilu walau pelan
Hati terpaku dan mengering

Apa kau anggap
Aku adalah samudra cinta
Yang mampu melahap
Semua limbah kepalsuan cinta

Apa kau pikir
Aku pantas menggigit jari
Apa kau berkelakar
Luka di hati dapat terobati

Samudra cinta ini
Bisa saja mengering
Walau dalam hati
Masih mengenang

24/05/2006 16:31:52

Alam Malam

Alam malam
Alam yang indah
Menghapus gundah
Terus ku menahan perih
Agar alam ini tak pergi jauh

Alam malam
Memang kelam
Terasa dalam
Jika sambil menyelam
Dan mengunyah dendam

Alam malam
Memberi indah dalam gelap
Menjaga rahasia hidup
Tak berhenti berharap
Hapus marah yang siap meletup

Alam malam
Hiasi kalbu
Dengan kenisbian kelabu
Menghapus kelu
Walau bagai buku gaharu


24/05/2006 16:10:35

Bingkisan Malam

Ku terbatu dalam malam
Memegang erat langit kelam
Menyejukan jiwa yang padam
Dengan irama angin malam

Matahari terbit tenggelam
Menyatu dengan alam
Jiwa yang hitam
Semakin kelam

Mencoba menelan
Semua kenangan
Dan pergi sendirian
Mencari ketenangan

Lewati kesejukan
Menanti kedamaian
Teriringi lagu dedaunan
Ikut menyanyi pelan

Langkah yang berat
Mengaburkan penat
Menghapus kalut
Walau dalam takut

Jiwa terus mengungkit
Raga tak henti menuntut
Hati selalu ingat
Kapan harus bertaut


24/05/2006 15:50:51